Gusar...
Menerjang - terjang
Bak ombak di pesisir
Kembali goyah hati ini
Atau ruang di hati yang tak pernah terisi?
Rasa itu muncul kembali
Melintasi waktu yang telah lama berlalu
Hatiku berdebar
Sekilas, Terbesit rasa tak sabar
Apakah aku sendiri?
Rasa ini perih menusuk-nusuk
Siapa kalian semua?
Penjahat bertopengkah?
Atau hanya aku..
Yang terkucil di tengah sepi..
Senin, 18 November 2013
Minggu, 17 November 2013
Suara Mati
Tercekik dan terkunci
Sayup – sayup menghilang
Tenggelam dalam gulita
Pandangan tiada buta
Lurus memandang purnama
Bersesal tiada guna
Bila waktunya telah tiba
Nyawa tiada berada,
Kutercekat,
Tertelan gegap gempita
Terdiam penuh tanda tanya
Ketika jiwa meninggalkan raga
Tali apa yang mengikatku?
Kukembali menelusup kalbu
Kau menyadarkanku
Membawaku pulang
Aku kembali untukmu,
Hanya untukmu…
By : Satrio Agung Prayogo
Penyesalan
Sejujurnya
Aku menyayangimu
Hal paling utama dalam hidupku
Memilikimu
Sungguh aku bersyukur
Maaf,
Aku belum mampu membahagiakanmu
Dalam keresahan
Pun aku tak mampu membentakmu
Aku hanya berdesis lirih
Dalam kekalahan
Ledakan histeriaku tunduk
Pada rasa untukmu
Sekali lagi maafkan..
Aku menyayangimu
Hal paling utama dalam hidupku
Memilikimu
Sungguh aku bersyukur
Maaf,
Aku belum mampu membahagiakanmu
Dalam keresahan
Pun aku tak mampu membentakmu
Aku hanya berdesis lirih
Dalam kekalahan
Ledakan histeriaku tunduk
Pada rasa untukmu
Sekali lagi maafkan..
Langganan:
Postingan (Atom)